Kondisi makin mengkhawatirkan setelah dua kasus Ebola juga terdeteksi di Uganda, negara tetangga DR Congo. Seorang pria berusia 59 tahun dilaporkan meninggal dunia usai dinyatakan positif terinfeksi virus Ebola.
WHO memperingatkan negara-negara yang berbatasan langsung dengan DR Congo berada dalam risiko tinggi akibat mobilitas penduduk, perdagangan, dan perjalanan lintas negara yang sangat aktif.
Lembaga kesehatan dunia itu meminta pemerintah segera memperketat pengawasan, mempercepat pelacakan kontak pasien, serta melakukan isolasi terhadap penderita untuk mencegah penyebaran lebih luas.
Ebola dikenal sebagai salah satu penyakit paling mematikan di dunia. Virus ini pertama kali ditemukan pada 1976 di wilayah yang kini menjadi DR Congo dan diyakini berasal dari kelelawar.
Penularannya terjadi melalui kontak langsung dengan cairan tubuh penderita atau melalui luka terbuka pada kulit. Gejalanya dimulai dari demam, nyeri otot, sakit kepala, dan kelelahan, lalu berkembang menjadi muntah, diare, pendarahan, hingga gagal organ.
WHO menyebut tingkat kematian Ebola rata-rata mencapai sekitar 50 persen. Dalam beberapa kasus, angka kematian bahkan bisa jauh lebih tinggi jika pasien terlambat mendapatkan penanganan.
Sepanjang 50 tahun terakhir, sekitar 15.000 orang di berbagai negara Afrika dilaporkan meninggal akibat Ebola. Wabah paling mematikan di DR Congo pernah terjadi pada 2018 hingga 2020 dengan hampir 2.300 korban jiwa.