Menkeu Jepang Dikecam karena Dianggap Rendahkan Negara yang Terapkan Lockdown

Anton Suhartono
Taro Aso (Foto: AFP)

Pernyataan itu direspons gelak tawa. Namun bukan karena peserta rapat komite parlemen mendukung Aso, melainkan sebaliknya. Mereka menertawakan ketidakmampuan Jepang untuk memberlalukan lockdown total karena tersandung aturan kebebasan sipil sebagaimana tercantum dalam konstitusi yang dibuat pascaperang.

Para pejabat Jepang hanya bisa meminta warga tinggal di rumah dan menutup usaha mereka sementara, tanpa bisa memaksa, apalagi menerapkan sanksi. Meski demikian, tingkat kesadaran warga Jepang sangat tinggi sehingga mau menaati imbauan tersebut.

Jepang merupakan negara anggota G7 yang paling rendah kasus infeksi virus corona, yakni hanya sekitar 7 kematian per 1 juta penduduk.

Sementara itu pernyataan Aso beredar di media sosial dan memicu amarah netizen.

"Itulah seharusnya tidak Anda katakan saat ini," kata Kenichiro Mogi, seorang dokter ahli saraf, di Twitter.

Kentaro Iwata, dokter ahli penyakit menular Jepang yang menjadi pernah menjadi sorotan internasional karena mengkritik pemerintah terkait penanganan wabah corona di kapal pesiar Diamond Princess, dengan jengkel mengatakan, "Tentu saja mereka akan terdiam."

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
14 jam lalu

Wow, Jepang Akan Uji Coba Penambangan Mineral Tanah Jarang 6 Km di Bawah Laut

2 hari lalu

Cerita PM Jepang Takaichi Tetap Cuci Baju hingga Nyetrika, Tidur Cuma 0-3 Jam Sehari

3 hari lalu

PM Jepang Takaichi: Akhirnya Saya Bisa Tidur 5 Jam, Nyetrika dan Jahit!

15 hari lalu

Kabar Duka, Ilustrator Kiki's Delivery Service Akiko Hayashi Meninggal Dunia

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal