Menlu Jerman Kecam Demonstran Anti-Lockdown yang Ibaratkan Dirinya seperti Korban Nazi

Anton Suhartono
Seorang perempuan berdemonstrasi menentang lockdown Covid-19 di Munich (Foto: AFP)

BERLIN, iNews.id - Pernyataan seorang demonstran anti-lockdown Covid-19 di Jerman yang menyebut dirinya diperlakukan seperti korban Nazi pada Perang Dunia II berbuntut panjang.

Dalam unjuk rasa di Hanover Sabtu lalu, seorang demonstran perempuan naik ke panggung. Dia mengatakan merasa diperlakukan seperti Sophie Scholl, pelajar yang dieksekusi oleh Nazi pada 1943 karena perlawanannya.

Video orasi perempuan itu menjadi viral di media sosial dan dilihat lebih dari 1 juta kali. Banyak netizen yang justru mengecamnya.

Menteri Luar Negeri Jerman Heiko Maas juga mengecam pernyataan perempuan itu. Maas menuduhnya telah meremehkan Holocaust serta mencemooh keberanian yang ditunjukkan Scholl.

"Siapa pun yang membandingkan mereka dengan Sophie Scholl atau Anne Frank, berarti mencemooh keberanian yang diperlukan untuk melawan Nazi," kata Maas, dalam cuitan, seperti dilaporkan kembali AFP, Senin (23/11/2020).

"Ini meremehkan Holocaust dan menunjukkan lupa pada sejarah. Tidak boleh ada yang menghubungkan unjuk rasa corona dengan pejuang perlawanan. Tidak ada!"

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Nasional
9 hari lalu

Menkes Pastikan Super Flu Tak Mematikan seperti Covid-19: Gak Usah Khawatir

Internasional
11 hari lalu

Jebol Tembok Beton, Perampok Bobol Bank di Jerman Gasak Rp587 Miliar

Nasional
12 hari lalu

Polri Temukan 68 Anak Terpapar Ideologi Neo-Nazi Sepanjang 2025

Internasional
28 hari lalu

Penembakan Komunitas Yahudi di Australia, Kepolisian Jerman Perketat Penjagaan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal