Menlu Retno: Perbedaan Diselesaikan di Meja Perundingan bukan Medan Perang

Anton Suhartono
Menlu Retno Marsudi dalam pidato di Sidang Majelis Umum PBB menegaskan perbedaan tak boleh diselesaikan di medan perang (Foto: AP)

"Apakah kita benar-benar memiliki komitmen untuk membangun kepercayaan dan berupaya mencapai SDGs? Apakah kehadiran kita di SMU PBB ini benar-benar menunjukkan kesiapan kita untuk bersatu dan menunaikan tanggung jawab bersama? Apakah kita benar-benar mau melakukan apa yang kita sampaikan (walk the talk)?" tuturnya.

Indonesia, lanjut Retno, menawarkan tiga strategi untuk membangun kembali kepercayaan dunia serta menghidupkan kembali solidaritas global. 

Strategi pertama, kata Retno, Indonesia mendesak kepemimpinan kolektif global.

“Nasib dunia tidak boleh ditentukan oleh segelintir pihak/negara," ujarnya. 

Dunia yang damai, stabil, dan sejahtera adalah hak dan tanggung jawab kolektif seluruh negara, baik besar maupun kecil, di utara atau selatan, negara maju atau negara berkembang.

Lebih lanjut Retno mendesak seluruh pihak untuk menjunjung tinggi hukum internasional, khususnya prinsip utama kedaulatan dan integritas wilayah serta memastikan semua perbedaan diselesaikan di atas meja perundingan, bukan di medan perang.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
11 hari lalu

Penjara Israel Siapkan Ruang Khusus Eksekusi Mati Tahanan Palestina

13 hari lalu

Warga Gaza Ucapkan HUT Ke-81 RI, Lukis Bendera Merah-Putih di Reruntuhan Bangunan

16 hari lalu

Lembaga HAM Israel: Pemukim Yahudi Lakukan Pembersihan Etnis Terang-terangan di Tepi Barat

17 hari lalu

5.000 Pasien Kanker Gaza Terjebak, Menunggu Pengobatan di Tengah Ancaman Kematian

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal