MOSKOW, iNews.id - Menteri Luar Negeri (Menlu) Rusia Sergei Lavrov menegaskan operasi militer di Ukraina bertujuan untuk mengakhiri dominasi Amerika Serikat (AS) dan Barat di panggung dunia. Dia menyebut AS memberlakukan aturan sendiri serta melanggar hukum internasional.
Pernyataannya itu mengacu pada upaya AS untuk memaksakan apa yang disebut tatanan internasional berbasis aturan yang ditentang Rusia dan China.
“Operasi militer khusus bertujuan untuk mengakhiri ekspansi (NATO) yang tidak tahu malu dan (mengakhiri) dorongan tak tahu malu AS dan Barat menuju dominasi penuh ke panggung dunia,” kata Lavrov, dalam wawancara dengan stasiun televisi berita, Rossiya 24, seperti dilaporkan kembali RT.
Dominasi tersebut, lanjut Lavrov, dibangun di atas pelanggaran berat hukum internasional serta di bawah beberapa aturan yang telah dipilah atau dibuat berdasarkan kasus per kasus.
Lebih lanjut dia menegaskan, Rusia termasuk negara yang tidak akan tunduk pada keinginan AS. Negaranya hanya akan menjadi bagian dari masyarakat internasional yang setara dan tidak akan membiarkan negara-negara Barat mengabaikan masalah keamanan Rusia yang sah.
Dia juga mengecam kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa Josep Borrell yang pernyataannya seolah mendorong pertempuran panjang di Ukraina. Borrell pada akhir pekan lalu mengatakan, konflik tertentu hanya bisa diselesaikan di medan perang, bersamaan dengan pengumuman bantuan militer lebih besar untuk Ukraina.