Menteri Pendidikan Inggris Dikecam usai Acungkan Jari Tengah ke Pendemo, Begini Pembelaan Dirinya

Maria Christina Malau
Andrea Jenkyns, Menteri Pendidikan Inggris yang baru, memberikan jari tengah kepada orang-orang di luar Downing Street pada Kamis lalu. (Foto: Twitter @MarinaHyde)

LONDON, iNews.id - Menteri Pendidikan Inggris Andrea Jenkyns yang baru menjabat dikecam karena mengacungkan jari tengah kepada pengunjuk rasa Boris Johnson dan tidak minta maaf setelahnya. Aksinya terjadi pada Kamis pekan lalu di luar Downing Street, London, saat masih menjadi anggota Parlemen.

Tak hanya menunjukkan gestur tidak sopan, Jenkyns yang hadir untuk menyaksikan pengunduran diri Boris Johnson berkata kepada kerumunan itu, "tunggu dan lihat." 

Dengan mengangkat jari tengah ke udara loyalis Boris Johnson itu tampak menentang orang-orang di sana sambil berteriak, "Mereka yang tertawa terakhir, tertawa paling keras", seperti dikutip dari The Independent, Senin (11/7/2022).

Lebih dari 24 jam kemudian, Jenkyns diberi jabatan baru sebagai Menteri Pendidikan Inggris. Dia merespons lewat cuitan di Twitter dengan menyebutnya sebagai penghormatan kepada dirinya.

Banyak yang berkomentar, termasuk bernada sinis atas jabatan baru Jenkyns. "Tidak sabar melihat Anda mengajari anak-anak kami sopan santun," tulis netizen dengan tangkapan layar Jenkyns memberikan jari tengah.

Menyikapi kecaman terhadapnya karena memberikan jari tengah kepada pengunjuk rasa Boris Johnson, Jenkyns dalam pernyataan yang dirilis pada Sabtu kemarin mengatakan, dia hanya membela diri. Dia mengaku telah kehabisan kesabaran atas aksi kerumunan yang saat itu dinilainya menghina anggota parlemen.

Jenkyns mengatakan, telah menerima banyak pelecehan dari beberapa orang yang ada di sana selama bertahun-tahun. Dia juga mendapat tujuh ancaman pembunuhan dalam empat tahun terakhir dan dua di antaranya dalam beberapa minggu ini.

"Saat ini sedang diselidiki oleh polisi. Saya telah mencapai titik kesabaran. Saya menjawab dan berdiri untuk diri saya sendiri," tulisnya.

"Mengapa ada orang yang harus menerima perlakuan seperti ini? Saya seharusnya menunjukkan lebih banyak ketenangan, tetapi saya hanya manusia," katanya membela diri.

Editor : Maria Christina
Artikel Terkait
Internasional
15 hari lalu

Telanjur Menuduh, Inggris Akhirnya Akui Drone Hantam Pangkalan di Siprus Bukan dari Iran

Internasional
17 hari lalu

Trump Murka Inggris Tolak Ikut Serang Iran: Saya Tak Menyangka! 

Internasional
18 hari lalu

Inggris Restui AS Gunakan Pangkalan Militernya Serang Iran, Starmer: Demi Pertahanan

Health
22 hari lalu

Kasus Kanker Payudara di Indonesia Lebih Tinggi dari Inggris, Ini Penyebabnya

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal