Mesir Disebut Bangun Tembok dekat Rafah, Cegah Masuk Pengungsi Palestina dari Gaza?

Ahmad Islamy Jamil
Bocah Palestina di kamp pengungsi Rafah, Jalur Gaza. (Foto: Reuters)

Selama seminggu terakhir, banyak pemimpin internasional menyuarakan keprihatinan atas rencana serangan Israel ke Rafah. Pada Senin (12/2/2024) lalu, Presiden AS Joe Biden mengatakan, dia menentang operasi militer apa pun sepanjang tidak mempertimbangkan keamanan warga sipil. 

Pada 7 Oktober 2023, Hamas melancarkan serangan terhadap Israel, menewaskan 1.200 orang di sana. Kelompok pejuang Palaestina itu juga menawan lebih dari 200 lainnya dari Israel. Hamas menyatakan, serangan itu mereka lakukan sebagai pembalasan atas kejahatan zionis terhadap rakyat Palestina di Tepi Barat, Yerusalem Timur, dan Gaza. 

Serangan Hamas tersebut lalu memicu operasi militer besar-besaran oleh Israel, yang menyebabkan kematian lebih dari 28.500 orang di Jalur Gaza. 

Pada November 2023, Qatar memediasi kesepakatan antara Israel dan Hamas mengenai gencatan senjata sementara dan pertukaran beberapa tahanan dan sandera, serta pengiriman bantuan kemanusiaan ke Gaza. Gencatan senjata berakhir pada 1 Desember 2023, setelah beberapa kali perpanjangan. Lebih dari 100 sandera diyakini masih ditahan oleh Hamas di Jalur Gaza.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
Internasional
5 jam lalu

Menlu Araghchi: Iran Siap Perang Panjang Lawan AS-Israel

Internasional
5 jam lalu

AS Klaim Hancurkan 80% Peluncur Rudal Iran tapi Serangan ke Israel Justru Makin Ganas

Buletin
20 jam lalu

Iran Hujani Israel dengan Rudal Balistik, Kilang Minyak Bahrain Ikut Meledak

Internasional
1 hari lalu

Dibombardir Iran, 13 Warga Israel Tewas dan Ribuan Luka

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal