Polisi antihuru-hara mengepung parlemen setelah demonstrasi damai berubah menjadi bentrok antara polisi dan pengunjuk rasa. Polisi melindungi kantor parlemen setelah massa bergerak menuju kantor legislatif tersebut.
"Saya kira itu bukan keputusan yang tepat bagi kita sekarang untuk mencabut RUU ini karena tujuan yang sangat penting yang ingin dicapai RUU ini," kata Lam yang diapit kepala keamanan dan peradilan Hong Kong.
"Sementara kami akan terus melakukan komunikasi dan (memberi) penjelasan, ada sedikit manfaat yang bisa diperoleh untuk menunda RUU ini. Itu hanya akan menyebabkan lebih banyak kecemasan dan perpecahan di masyarakat," ujarnya.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Geng Shuang, mengatakan dalam sebuah jumpa pers harian bahwa negaranya akan terus mendukung RUU ekstradisi yang hendak disahkan parlemen Hong Kong.
"Kami dengan tegas menentang kata-kata dan tindakan yang salah oleh pasukan asing untuk ikut campur dalam masalah legislatif SAR (Daerah Administrasi Khusus) Hong Kong," katanya.