Militer Myanmar Diduga Membunuh 2 Muslimah Rohingya Gunakan Persenjataan Berat

Anton Suhartono
Militer Myanmar diduga membunuh dua muslimah Rohingya menggunakan persenjataan berat (Foto: AFP)

Awal bulan ini empat anak-anak etnis Rohingya terbunuh dan lima lainnya terluka bersama guru mereka setelah terkena ledakan saat mencari kayu bakar.

Kekerasn militer yang digambarkan oleh penyelidik HAM PBB sebagai upaya genosida pada 2017 memaksa lebih dari 740.000 muslim Rohingya eksodus ke Banglades. Saat ini ratusan ribu lainnya masih berada di Rakhine, tinggal dalam ketakutan dan pembatasan aktivitas.

Dalam putusannya pada Kamis lalu, hakim Pengadilan Internasional memerintahkan Myanmar segera mengambil semua langkah untuk mencegah tindakan-tindakan sebagaimana disebutkan dalam Konvensi Genosida PBB Tahun 1948.

Tindakan-tindakan tersebut termasuk membunuh anggota kelompok etnis dan dengan sengaja menghancurkan fisik secara keseluruhan atau sebagian.

Pengadilan juga memerintahkan Myanmar untuk melaporkan kembali dalam waktu 4 bulan, dan setelah itu setiap 6 bulan.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Markas Judol di Hayam Wuruk Pakai Pola Operasi ala Kamboja dan Myanmar

57 tahun lalu

Ngeri! Ledakan Dahsyat Tewaskan 55 Orang di Wilayah Kekuasaan Pemberontak Myanmar

57 tahun lalu

Kapal Tenggelam di Laut Andaman, 250 Pengungsi Muslim Rohingya Hilang

57 tahun lalu

Pemimpin Kudeta Myanmar Jenderal Min Aung Hlaing Terpilih Jadi Presiden

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal