Minta Karyawan Perempuan Lepas Hijab, Pusat Perbelanjaan di Singapura Tuai Kecaman Publik

Arif Budiwinarto
Tangs Departement Store menuai kecaman publik setelah meminta karyawan perempuan melepas hijab saat bekerja. (foto: Strait Times)

"Tangs sejak itu mengatakan bahwa mereka akan menghapus pembatasan tersebut dan mengizinkan pemakaian hijab di tempat kerja," demikian tulisan Presiden Halimah dikutip dari Strait Times, Jumat (21/8/2020).

"Orang semestinya dinilai berdasarkan prestasi dan kemampuan mereka untuk melakukan pekerjaan dan bukan yang lain."

"Diskriminasi di tempat kerja sangat menganggu karena membuat orang yang terkena dampak kehilangan penghasilan."

"Selama periode (pandemi) Covid-19 ini, ketika kekhawatiran atas pekerjaan dan mata pencaharian lebih besar, insiden diskriminasi memperburuk kecemasan dan orang merasa terancam."

"Keberagaman adalah kekuatan kami dan masyarakat kami telah memeluknya. Sata berharap para pengusaha juga sepenuhnya merangkul keberagaman di tempat bekerja dan melakukan bagian mereka untuk menegakkan nilai-nilai masyarakat yang adil dan terbuka," pungkasnya.

Editor : Arif Budiwinarto
Artikel Terkait
3 hari lalu

BNPB Buka Pintu Bantuan Asing untuk Karhutla, Jepang dan Singapura Tawarkan Dukungan

4 hari lalu

Imigrasi Ungkap Perjalanan Nusron Wahid ke Malaysia, Sempat Terdeteksi di Singapura Lewat Batam

5 hari lalu

Negara ASEAN Siap Bantu Padamkan Karhutla, Menko Polkam: Dipersilakan Saja

5 hari lalu

Panettone hingga Stollen, Roti Khas Natal Eropa Hadir dengan Sentuhan Modern di Singapura

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal