Tetapi postingan yang berjudul "Permohonan bantuan dari seorang ayah yang didiagnosis dengan virus korona baru" itu terlambat.
Remaja itu meninggal pada 29 Januari, menurut sebuah pernyataan oleh pemerintah daerah Hongan.
"Yan Xiaowen tidak dapat mengurus kehidupan sehari-hari Yan Cheng (karena terisolasi), jadi dia mempercayakan kerabatnya, kader desa, dan dokter desa untuk merawat Yan Cheng," demikian pernyataan pemerintah daerah, seperti dikutip AFP, Selasa (4/2/2020).
Penyebab kematian remaja malang itu belum dikonfirmasi.
Lebih dari 20.000 orang di China terinfeksi korona virus, dengan jumlah korban meninggal mencapai 425.
Sebagian besar kematian terjadi di Hubei, tempat virus korona diperkirakan muncul akhir tahun lalu dari pasar yang menjual hewan liar.
Lebih dari 20 negara sudah melaporkan virus korona, kebanyakan orang yang baru-baru ini bepergian ke Hubei.