Murkanya Erdogan Alquran Dibakar di Swedia: Menghina Muslim Bukan Kebebasan Berpendapat

Anton Suhartono
Recep Tayyip Erdogan mengungkapkan kemarahannya atas pembakaran Alquran di Swedia (Foto: Reuters)

Dia tak menyinggung soal posisi Turki terhadap keanggotaan Swedia di NATO. Keinginan Swedia untuk bergabung dengan aliansi pertahanan itu terganjal dengan restu dari Turki dan Hongaria. 

Pembakaran Alquran dan perlindungan terhadap kelompok teroris Partai Pekerja Kurdistan (PKK) menjadi alasan mengapa Turki belum juga meratifikasi keanggotaan Swedia. Sementara Hongaria menunda pertemuan parlemen untuk membahas ratifikasi keanggotaan Swedia.

Demonstrasi pembakaran Alquran dilakukan seorang imigran asal Irak, Salwan Momika, di luar masjid Kota Stockholm bersamaan dengan perayaan Idul Adha. Sebelum membakar Alquran, Momika yang juga seorang ekstremis, melempar dan menginjak-injaknya ke tanah seraya melontarkan pernyataan yang menghina Islam.

Pemerintah Swedia sebenarnya melarang demonstrasi pembakaran Alquran setelah aksi politikus anti-Islam Rasmus Paludan melakukannya pada awal tahun ini. Namun pada 12 Juni, pengadilan banding Swedia menguatkan keputusan pengadilan untuk membatalkan larangan pembakaran Alquran dengan alasan mencegah kebebasan berpendapat.

Disebutkan, polisi tidak memiliki dasar hukum untuk melarang dua demonstrasi pembakaran Alquran yang berlangsung pada awal tahun ini.

Polisi menolak izin dua demonstrasi pembakaran Alquran pada Februari dengan alasan keamanan. Namun dua orang yang melakukan demonstrasi, masing-masing di luar kedubes Irak dan Turki, itu mengajukan banding.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
18 hari lalu

Netizen Heboh! Trump Disambut Karpet Biru, bukan Merah di Turki

20 hari lalu

Trump Peringatkan Eropa Bisa Lenyap karena 2 Hal Ini, Apa Saja?

24 hari lalu

Menlu Turki: Israel Biang Masalah Global!

1 bulan lalu

Heboh, Menteri Perempuan Swedia Bawa Bayi ke Pertemuan Uni Eropa

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal