Muslim Rohingya Tolak Dipulangkan ke Myanmar Pascakudeta Militer: Bagaimana Mungkin Kami Aman

Anton Suhartono
Mohammad Jaffar, pengungsi Rohingya di Bangladesh, menolak dipulangkan ke Myanmar pascakudeta militer (Foto: AP)

Kepala Asosiasi Pemuda Rohingya di Kamp Distrik Cox's Bazar, Bangladesh, Khin Maung, mengecam keras kudeta militer.

“Kami mencintai demokrasi dan hak asasi manusia, jadi kami khawatir kehilangan itu semua di negara kami. Kami merupakan bagian dari Myanmar, jadi kami merasakan hal yang sama seperti rakyat Myanmar pada umumnya. Kami mendesak masyarakat internasional untuk bersuara menentang kudeta," kata Maung, seperti dikutip dari Associated Press, Rabu (3/2/2021).

“Militer membunuh kami, memerkosa saudara perempuan dan ibu kami, membakar desa kami. Bagaimana mungkin kami bisa aman di bawah kendali mereka," ujarnya, menegaskan.

Pemulangan pengungsi ke Myanmar, lanjut dia, akan memakan waktu lama terkait karut marutnya kondisi politik. 

"Ini akan memakan waktu lama karena situasi politik di Myanmar sekarang lebih buruk," tuturnya.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
11 hari lalu

Brutal! Pasukan Myanmar Bombardir Pasar di Komunitas Rohingya, 33 Orang Tewas

1 bulan lalu

Terungkap, Encek si Napi Narkoba Masih Sempat Kirim Sabu ke Indonesia saat Buron

1 bulan lalu

Polri Ungkap Jejak Buron Napi Narkoba yang Kabur dari Rutan: Lari ke Malaysia hingga Thailand

1 bulan lalu

Tampang Buron Napi Narkoba usai Kabur dari Rutan dan Ditangkap di Myanmar

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal