Pemerintah sedang mempertimbangkan skenario penghentian total pasokan serta membahas kemungkinan langkah-langkah meminta bantuan Amerika Serikat (AS), termasuk pendanaan tambahan.
Negara tersebut mendeklarasikan keadaan darurat ekonomi selama 90 hari. Ini termasuk penghematan bahan bakar di sektor publik, seperti pengurangan jam kerja dan mengharuskan kantor untuk mematikan AC, lampu, dan peralatan listrik lain.
Negara-negara Pasifik lain juga melakukan langkah serupa, Tuvalu mendeklarasikan keadaan darurat, sementara Kepulauan Solomon, Fiji, Nauru, Vanuatu, Kepulauan Cook, dan Federasi Mikronesia memberlakukan pembatasan penggunaan BBM karena ancaman kekurangan pasokan.