Negaranya Dibombardir, Kamboja Serukan Masyarakat Internasional Kutuk Thailand

Anton Suhartono
Kamboja menyerukan masyarakat internasional mengutuk Thailand karena melanggar perjanjian damai yang diteken di hadapan Donald Trump (Foto: AP)

JAKARTA, iNews.id - Kamboja menyerukan masyarakat internasional mengutuk Thailand atas pelanggaran perjanjian damai yang ditandatangani di hadapan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Perdana Menteri Anwar Ibrahim.

Angkatan Udara Kerajaan Thailand menggempur wilayah Kamboja pada Senin (8/12/2025) pagi, menyebutnya sebagai pembalasan atas serangan artileri militer Kamboja sebelumnya terhadap pangkalan udara.

"Kementerian Pertahanan Nasional Kerajaan Kamboja mengutuk sekeras-kerasnya tindakan tidak manusiawi dan brutal yang dilakukan pihak Thailand," bunyi pernyataan kementerian, dikutip dari RIA Novosti.

Disebutkan, serangan tersebut merupakan pelanggaran berat atas Deklarasi Bersama antara Kamboja dan Thailand yang ditandatangani oleh Perdana Menteri kedua negara pada 26 Oktober 2025.

Penandatanganan itu turut kesaksian Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim, dalam kapasitasnya sebagai ketua ASEAN 2025. 

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
8 jam lalu

Balas Trump, Presiden Meksiko: Susah Bertetangga dengan Negara yang Pengguna Narkobanya Banyak

9 jam lalu

Presiden Iran Pidato Kecam Trump di Sidang Umum PBB, Delegasi AS dan Israel Walk out 

14 jam lalu

Trump Ungkap Pertemuan Delegasi AS-Iran Berjalan Baik, Bakal Berlanjut

14 jam lalu

Tegas! Presiden Iran: Kami Tak Akan Pernah Tunduk kepada AS

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal