Nepal Larang Pornografi Online demi Kurangi Kekerasan pada Perempuan

Nathania Riris Michico
Samjhana Das disiram asam cuka ketika sedang tidur oleh tetangganya dan akhirnya meninggal 10 hari kemudian. (Supplied: The Nepali Times)

"Ini hanyalah taktik mengalihkan persoalan dari ketidakmampuan pemerintah untuk mengadili para pemerkosa," kata Shubha Kayastha, dari lembaga Internet Society Nepal.

Subha Kayastha, yang juga pegiat hak seksual, menyebut pelarangan ini tidak akan memecahkan masalah.

"Pendekatan lebih baik untuk mengurangi kekerasan seksual adalah memberdayakan orang dan menghormati badan penanganan seksual, dan menghukum pelaku kejahatan seksual, bukannya melarang bahan pornografi yang tersedia di internet," tuturnya.

"Pemerintah seharusnya mengalihkan perhatian untuk mengadili mereka yang bersalah, bukannya mencari jalan pintas."

"Pemerintah Nepal dipenuhi dengan pejabat yang tidak memiliki pengetahuan apapun, namun hanya mengikuti pendapat yang tidak original termasuk melarang situs porno untuk mencegah terjadinya pemerkosaan," kata editor harian The Kathmandu Post, Anup Kaphle, lewat Twitter.

Pemerintah India pernah melarang pornografi pada 2015, namun mencabutnya sepekan kemudian karena besarnya tentangan dari publik, dan masalah kebebasan berpendapat.

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
4 hari lalu

Red Notice Syekh Ahmad Al Misry Terbit, Jadi Buronan Internasional

5 hari lalu

Tegas! KAI Commuter Blacklist 40 Pelaku Pelecehan Seksual, Tak Bisa Naik KRL

1 bulan lalu

Aldi Taher Banjir Hujatan usai Sarankan Nadhif Basalamah Segera Menikah setelah Alami Pelecehan

1 bulan lalu

Nadhif Basalamah Jadi Korban Pelecehan Seksual di Medsos, Aldi Taher: Nikah Buruan!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal