Netanyahu Ingkar Janji Belum Buka Perbatasan Rafah, Hamas Sebut Israel Fasis

Anton Suhartono
Hamas mengecam keras Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu karena belum membuka kembali perbatasan Rafah (Foto: AP)

Dalam pernyataannya, Hamas menegaskan tetap berkomitmen menjalankan perjanjian gencatan senjata dengan Israel, termasuk pemulangan jenazah para sandera Israel yang tewas. Namun proses tersebut terhambat karena sebagian besar jenazah masih tertimbun di reruntuhan bangunan dan terowongan yang dihancurkan pasukan Zionis.

“Kami menegaskan komitmen terhadap perjanjian tersebut dan keinginan untuk mengimplementasikannya, termasuk penyerahan semua jenazah sandera Israel yang tersisa,” bunyi pernyataan.

Hamas menuduh militer Israel bertanggung jawab atas kesulitan evakuasi jenazah. Banyak korban tertimbun di bawah puing-puing akibat bombardir besar-besaran yang dilakukan pasukan Zionis. 

“Tentara penjajah Nazi yang sama yang membunuh para sandera ini adalah pihak yang bertanggung jawab mengubur mereka di bawah reruntuhan,” demikian pernyataan Hamas.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

10.000 Lebih Jenazah Warga Gaza Masih Terkubur di Reruntuhan, Terancam Tak Bisa Diidentifikasi

57 tahun lalu

Israel Gempur Lebanon Bikin Iran Murka, Trump: Seharusnya Tak Terjadi

57 tahun lalu

Iran Pertanyakan Kesepakatan Damai dengan AS usai Israel Serang Lebanon Lagi

57 tahun lalu

Menteri Radikal Israel Smotrich Serukan Penghancuran Gedung-Gedung di Ibu Kota Beirut

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal