“Kami menegaskan komitmen terhadap perjanjian tersebut dan keinginan untuk mengimplementasikannya, termasuk penyerahan semua jenazah sandera Israel yang tersisa,” bunyi pernyataan.
Hamas menuduh militer Israel bertanggung jawab atas kesulitan evakuasi jenazah. Banyak korban tertimbun di bawah puing-puing akibat bombardir besar-besaran yang dilakukan pasukan Zionis.
“Tentara penjajah Nazi yang sama yang membunuh para sandera ini adalah pihak yang bertanggung jawab mengubur mereka di bawah reruntuhan,” demikian pernyataan Hamas.