Netanyahu Setuju Gencatan Senjata Sementara di Gaza, Bukan Selamanya

Anton Suhartono
Benjamin Netanyahu (2 dari kiri) menyetujui gencatan sementara sebagaimana diusulkan Joe Biden (Foto: Reuters)

Hanya saja Netanyahu menegaskan tak akan mememenuhi tuntutan Hamas untuk menghentikan perang secara permanen melainkan hanya sementara. Israel tak akan menghentikan perang sampai Hamas dihancurkan.

Sementara itu pemimpin oposisi Israel Yair Lapid mendesak pemerintah berkuasa untuk menyetujui proposal gencatan senjata yang diajukan Biden, Dia juga mendesak pemerintahan Netanyahu untuk segera mengirim delegasi ke Kairo, Mesir, hari ini untuk membahas rinciannya.

Dalam postingannya di media sosial X, Lapid menegaskan kepada Netanyahu, dia akan turun tangan dan memberikan jaminan politik kepada pemerintah guna mencapai kesepakatan gencatan senjata.

Seperti diberitakan, proposal fase pertama usulan Biden adalah gencatan senjata selama 6 pekan. Selama fase itu seluruh pasukan Israel harus ditarik dari wilayah berpenduduk di Gaza. Selain itu Hamas akan membebaskan beberapa sandera, termasuk orang tua perempuan. Sebagai imbalannya, Israel juga membebaskan ratusan tahanan Palestina.

Pada tahap ini, semua warga Gaza yang mengungsi diperbolehkan pulang ke daerah masing-masing dan 600 truk bantuan kemanusiaan akan masuk Gaza setiap hari.

Fase kedua, Hamas dan Israel akan merundingkan persyaratan-persyaratan untuk menghentikan permusuhan secara permanen. Gencatan senjata pun akan diperpanjang selama perundingan berlanjut. Meski demikian durasi waktu fase kedua tak ditentukan.

Tahap ketiga mencakup rencana rekonstruksi besar-besaran di Gaza.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Internasional
13 jam lalu

Trump dan Negara Eropa Kutuk Rencana Israel Caplok Tepi Barat

Internasional
17 jam lalu

Presiden Israel Datang ke Australia, Ribuan Demonstran Bentrok dengan Polisi

Internasional
18 jam lalu

Israel Ngotot Caplok Tepi Barat dari Palestina

Internasional
3 hari lalu

Skandal Jeffrey Epstein Guncang Israel, Ungkap Konflik Netanyahu dan Mantan PM Ehud Barak

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal