Netanyahu Tak Setuju Jeda Serangan di Gaza, Perpecahan di Pemerintah Israel Makin Sengit

Anton Suhartono
Benjamin Netanyahu mengkritik keputusan militer untuk melakukan jeda serangan di Gaza Selatan (Foto: Reuters)

Pernyataan Netanyahu itu menunjukkan perpecahan yang semakin dalam di internal pemerintah, terutama terkait masuknya bantuan ke Gaza.

Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben Gvir, pemimpin partai koalisi pemerintah berhaluan nasionalis-agama, mengecam rencana jeda serangan. Bahkan dia menyebut siapa pun yang memutuskan rencana itu sebagai orang bodoh dan harus dipecat.

Perselisihan tersebut merupakan yang terbaru dari serangkaian bentrok antara anggota koalisi pemerintah dengan militer soal strategi perang di Gaza yang kini telah memasuki bulan kesembilan.

Pekan lalu menteri kabinet perang Netanyahu Benny Gantz mundur dari pemerintahan setelah menuduh sang perdana menteri tidak memiliki strategi yang efektif di Gaza.

Perpecahan juga terungkap dalam pemungutan suara di parlemen mengenai undang-undang (UU) wajib militer bagi Yahudi ultra-Ortodoks. 

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Nasional
16 jam lalu

Prabowo Tegaskan Rencana Kirim Pasukan ke Gaza Dukung Kemerdekaan Palestina, Bukan Lucuti Senjata Hamas

Internasional
6 jam lalu

Perang 20 Hari, Israel Bakar Uang Rp5,4 Triliun per Hari Lawan Iran

Internasional
19 jam lalu

Iran Ingatkan Israel! Pembalasan Bakal Makin Brutal jika Fasilitas Energinya Diserang Lagi

Internasional
22 jam lalu

Fantastis! Israel Habiskan Rp100 Triliun Lebih untuk Perang 20 Hari Lawan Iran

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal