Netanyahu Tak Setuju Jeda Serangan di Gaza, Perpecahan di Pemerintah Israel Makin Sengit

Anton Suhartono
Benjamin Netanyahu mengkritik keputusan militer untuk melakukan jeda serangan di Gaza Selatan (Foto: Reuters)

TEL AVIV, iNews.id - Perpecahan di internal pemerintahan Israel semakin kentara. Perdana Menteri Benjamin Netanyahu ternyata tak setuju dengan keputusan militer untuk melakukan jeda serangan di Jalur Gaza Selatan.

Sebelumnya militer Zionis mengumumkan jeda serangan selama 11 jam setiap hari, dimulai pukul 05.00 sampai 16.00 GMT di sebagian wilayah Gaza Selatan, yakni dari Perbatasan Kerem Shalom hingga Jalan Salah Al Din hingga ke utara, untuk memberi kesempatan masuknya bantuan kemanusiaan.

Namun Netanyahu mengkritik rencana tersebut. Dia menyayangkan keputusan itu diambil tanpa berkonsultasi terlebih dulu.

“Begitu perdana menteri mendengar laporan mengenai jeda kemanusiaan selama 11 jam di pagi hari, dia menoleh ke sekretaris militer dan mengatakan hal itu tidak dapat diterima olehnya,” kata seorang pejabat Israel, dikutip dari Reuters, Senin (17/6/2024).

Militer kemudian mengklarifikasi bahwa operasi militer tetap berlanjut di Rafah, kota di Gaza Selatan yang menjadi dengan fokus utama operasi.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
12 jam lalu

Warga Gaza Ucapkan HUT Ke-81 RI, Lukis Bendera Merah-Putih di Reruntuhan Bangunan

12 jam lalu

Brutal! Menteri Radikal Israel Serukan Militer Bunuh 30-40 Warga Gaza Setiap Malam

13 jam lalu

Diam-Diam, Utusan Trump Jared Kushner Bertemu Pemimpin Hamas di Mesir

17 jam lalu

Makin Ganas, Doktrin Perang Iran Kini Tak Hanya Bertahan tapi Menyerang

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal