Netanyahu Tak Setuju Jeda Serangan di Gaza, Perpecahan di Pemerintah Israel Makin Sengit

Anton Suhartono
Benjamin Netanyahu mengkritik keputusan militer untuk melakukan jeda serangan di Gaza Selatan (Foto: Reuters)

Menteri Pertahanan Yoav Gallant menentang wajib militer bagi kalangan Ultra-Ortodoks karena bertentangan dengan perintah partai.

Partai-partai keagamaan dalam koalisi sangat menentang wajib militer bagi kelompok ultra-Ortodoks, sehingga memicu kemarahan luas dari banyak warga Israel karena merasa diperlakukan berbeda.

Herzi Halevi, panglima Pasukan Pertahanan Israel (IDF), mengatakan ada kebutuhan yang pasti untuk merekrut lebih banyak tentara dari komunitas Ultra-Ortodoks.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Lebanon Rugi Rp72 Triliun akibat Serangan Israel sejak 2 Maret, Belum Termasuk Kerusakan Ekonomi

57 tahun lalu

Menhan Israel Ancam Bunuh Pemimpin Tertinggi Mojtaba saat Iran Gelar Pemakaman Ali Khamenei

57 tahun lalu

Hamas Bubarkan Pemerintahan Gaza di Tengah Proses Gencatan Senjata dengan Israel

57 tahun lalu

Ari Lasso Suarakan Kemerdekaan Palestina di Panggung Prambanan Jazz 2026

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal