Ngeri, Wabah Virus Corona Gelombang Kedua di AS Diprediksi Lebih Parah

Anton Suhartono
Robert Redfield (Foto: AFP)

Redfield mengingatkan, kedatangan wabah corona dan flu di saat bersamaan akan menjadi beban bagi otoritas kesehatan dalam menangani korban dan penyediaan fasilitas.

“Jika kedua penyakit memuncak pada saat yang sama, bisa jadi sangat, sangat, sangat, sangat sulit,” ujarnya.

Namun jika warga AS mengantisipasi sejak dini dengan menjalani penyuntikan, kesulitan-kesulitan tersebut mungkin akan bisa diatasi.

“Mungkin akan ada tempat tidur di rumah sakit yang cukup untuk ibu atau nenek Anda yang terinfeksi virus corona (gelombang kedua),” tuturnya.

Berdasarkan data Universitas Johns Hopkins, AS sejauh ini mengonfirmasi lebih dari 800.000 kasus Covid-19, sebanyak 44.845 di antaranya meninggal.

Jumlah kasus infeksi dan kematian tersebut mengukuhkan AS sebagai negara paling parah di dunia yang diterjang wabah virus corona.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
14 jam lalu

Terungkap! AS Jatuhkan Bom Nyaris 1 Ton ke Rumah Warga Iran, Tewaskan 1 Keluarga

15 jam lalu

Ini Alasan Trump Batalkan Serangan ke Iran

18 jam lalu

Trump Akhirnya Batalkan Serangan ke Iran

18 jam lalu

Diam-Diam Pangeran MBS Telepon Trump, Minta AS Batalkan Serang Iran

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal