Orang Indonesia Paling Banyak Jadi Relawan, Warga Myanmar Beramal

Nathania Riris Michico
Indonesia jadi negara dengan warga paling banyak menjadi relawan. (Foto: Getty Images/AFP)

Penelitian-penelitian lain menyimpulkan, budaya individualistis dapat mendorong perilaku altruistik dengan mengganti solidaritas dalam kelompok dengan peningkatan kepercayaan pada saluran kelembagaan dan penekanan yang lebih besar pada kesamaan hak untuk semua orang.

Faktor ekonomi dapat berperan: pendapatan yang lebih tinggi dikaitkan dengan kemampuan untuk menyumbangkan uang, khususnya di negara Barat.

Namun, budaya derma di Myanmar diakui sebagai tradisi Budha Theravada di negara itu.

Menurut Smith, orang-orang di tempat-tempat dengan ketimpangan pendapatan yang lebih tinggi bisa lebih bersedia membantu orang asing -tetapi lain halnya jika mereka berpikir tindakannya itu membuat mereka beresiko.

Selain sifat-sifat khusus dari setiap bangsa dan masyarakat, perilaku prososial dapat dipengaruhi oleh konteks. Baru-baru ini, misalnya, kita melihat krisis pengungsi dan epidemi kesehatan.

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
20 jam lalu

Moeldoko Peringatkan Indonesia Jangan Cuma Jadi Pasar Kendaraan Listrik Asing

2 hari lalu

Indonesia-Singapura Bentuk Gugus Tugas Bersama Buru Perusahaan Terlibat Karhutla

2 hari lalu

Profil Alvin Tedjo, Pria Keturunan Indonesia Jadi Wali Kota di Kanada

2 hari lalu

Pria Keturunan Indonesia Alvin Tedjo Menang Pilwalkot di Kanada, Pesaing Akui Kalah Ucapkan Selamat

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal