“Berapa jumlahnya, saya tidak tahu, karena tidak ada yang akan mengungkapnya. Secara umum, Serbia telah berperang di pihak kami sejak 2014, bahkan ada unit penembak runduk," ujarnya.
Informasi lain yang didapatnya, tentara reguler Afghanistan yang pernah dilatih Amerika Serikat (AS) melawan Taliban dan hijrah ke Eropa dan kini bergabung ke beberapa perusahaan militer swasta Rusia, termasuk Wagner Group.
Menurut pakar, ada beberapa motivasi tentara itu mau berjuang untuk Rusia, salah satunya adalah jaminan mendapat kewarganegaraan.
“Sekitar 3.500 orang asing berperang di pihak Ukraina. Tapi begitu Ukraina menderita kekalahan besar di Donbass, dekat Artemivsk, Vuhledar, di Soledar, mereka secara besar-besaran mulai memutus kontrak dan pergi," tutur Matviychuk.