Pakta Pertahanan Makkah Bikin Sejumlah Negara Resah, Erdogan: Mereka Diam-Diam Menentang

Anton Suhartono
Pakta Pertahanan Makkah yang mempertemukan Turki, Arab Saudi, dan Pakistan ternyata membuat sejumlah negara tidak nyaman (Foto: SPA)

ANKARA, iNews.id - Pakta Pertahanan Makkah yang mempertemukan Turki, Arab Saudi, dan Pakistan ternyata membuat sejumlah negara tidak nyaman. Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengungkapkan ada negara-negara yang secara diam-diam menyampaikan ketidakpuasan terhadap aliansi pertahanan baru tersebut.

Erdogan mengatakan hanya sedikit negara yang secara terbuka menentang pakta yang diteken di Kota Makkah, Arab Saudi, tersebut. Namun, di balik sikap terbuka yang relatif tenang, terdapat sejumlah negara yang disebut menyampaikan reaksi negatif secara diam-diam.

"Hanya sedikit negara yang secara terbuka menentang aliansi ini, tapi ada juga negara yang bereaksi secara diam-diam. Secara khusus, keseimbangan antara Arab Saudi, Pakistan, dan Turki membuat banyak pihak sulit untuk secara terbuka mengkritik aliansi ini," kata Erdogan, dikutip dari Sputnik.

Pernyataan tersebut menunjukkan, pembentukan aliansi tiga negara tersebut mendapat perhatian serius dari sejumlah pihak. Kombinasi kekuatan Turki, Arab Saudi, dan Pakistan dinilai membuat pakta tersebut memiliki bobot strategis yang tidak mudah diabaikan.

Erdogan menegaskan Pakta Pertahanan Makkah dibentuk untuk memperkuat stabilitas dan keamanan di kawasan. Namun, keberadaan kerja sama pertahanan yang semakin erat itu berpotensi mengubah dinamika keamanan regional.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
24 jam lalu

Timur Tengah Kembali Memanas, Harga Minyak Dunia Nyaris Tembus 100 Dolar AS per Barel

5 hari lalu

AS Setujui Penjualan Bom dan Peralatan Militer Senilai Rp88 Triliun ke Arab Saudi

5 hari lalu

Sempat Heboh Dievakuasi di Turki, Trump Bakal Gunakan Pesawat Air Force One Hadiah Qatar Lagi

5 hari lalu

Erdogan Akui Ada Negara yang Tak Suka Pakta Pertahanan Makkah

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal