Pakta Pertahanan Makkah Mirip NATO, Turki Ungkap Cara 3 Negara Balas Serangan

Anton Suhartono
Turki mengungkap cara kerja Pakta Pertahanan Makkah yang diteken dengan Arab Saudi dan Pakistan (Grafis: iNews.id/AI)

Pakta Pertahanan Bersama Makkah ditandatangani Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran Mohammed bin Salman (MBS), dan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif di Kota Makkah pada Jumat pekan lalu.

Perjanjian tersebut menegaskan, serangan terhadap salah satu dari tiga negara akan dipandang sebagai serangan terhadap ketiganya. Meski demikian, Fidan menekankan pakta tersebut tidak menunjuk Iran ataupun negara tertentu lainnya sebagai musuh bersama.

"Tidak ada ancaman bersama yang kami catat," ujar Fidan.

Dia juga menegaskan, negara yang tidak menyerang salah satu penandatangan pakta tidak akan dianggap sebagai target.

Dibahas Hampir 3 Tahun

Fidan menegaskan pembentukan Pakta Pertahanan Makkah bukan keputusan mendadak yang muncul akibat ketegangan terbaru di kawasan, termasuk konflik yang melibatkan Iran.

Menurut dia, pembahasan mengenai perjanjian tersebut telah berlangsung selama 2 tahun 8 bulan.

Lamanya proses tersebut, kata Fidan, menunjukkan bahwa pakta tersebut merupakan bagian dari upaya jangka panjang Turki, Arab Saudi, dan Pakistan untuk memperkuat hubungan pertahanan dan keamanan.

Dengan mekanisme tersebut, ketiga negara kini memiliki kerangka kerja sama yang memungkinkan mereka saling memberikan dukungan ketika salah satu menghadapi serangan. Namun, bentuk respons tetap bergantung pada permintaan negara yang diserang dan situasi yang dihadapi.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
13 jam lalu

Muncul 'NATO' Baru di Timur Tengah? Ini Isi Pakta Pertahanan Makkah

16 jam lalu

Parlemen Iran Sahkan RUU Larang Kapal-Kapal AS dan Israel Lintasi Selat Hormuz

16 jam lalu

Iran Lempar Ancaman Baru ke Negara-Negara Teluk: Serang Kilang Minyak dan Pembangkit Listrik

17 jam lalu

Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei Panggil Presiden Pezeshkian, Bahas Perang Lawan AS

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal