Pengumuman itu muncul di tengah meningkatnya perhatian terhadap kemampuan serangan udara AS terhadap fasilitas nuklir Iran. Presiden AS Donald Trump mengisyaratkan kemungkinan penggunaan bom GBU-43/B Massive Ordnance Air Blast (MOAB) untuk menargetkan Gunung Pickaxe, lokasi yang diduga menyimpan fasilitas nuklir Iran jauh di bawah tanah.
Bom MOAB dikenal dengan julukan “Ibu dari Segala Bom”. Nama senjata baru Iran, “Bapak dari Segala Bom”, dinilai memiliki kemiripan dengan julukan amunisi konvensional terbesar milik militer AS tersebut.
MOAB memiliki bobot sekitar 9.800 kilogram dan termasuk salah satu bom konvensional non-nuklir terbesar dalam persenjataan AS. Bom ini dirancang untuk menghasilkan ledakan besar, dengan daya rusak yang dapat menghancurkan sasaran di area luas.
Militer AS pertama kali menggunakan GBU-43/B pada April 2017 untuk menyerang kompleks terowongan yang digunakan kelompok ISIS di Afghanistan.
Sementara itu, klaim peningkatan persediaan rudal Iran hingga 1,5 kali lipat belum disertai data kuantitatif yang dapat digunakan untuk mengukur besarnya persediaan tersebut. Belum ada pula rincian mengenai jenis rudal yang mengalami peningkatan maupun sejauh mana perubahan jangkauan dan akurasinya.