Pandemi Virus Korona di Jepang: Tak Nikmati Bunga Sakura bagai Menolak Pelukan dari Orang Italia

Nathania Riris Michico
Seorang pria yang mengenakan masker, di tengah kekhawatiran penyebaran virus korona, berjalan melewati pohon sakura di taman Ueno di Tokyo, 12 Maret 2020. (FOTO: Philip FONG / AFP)

TOKYO, iNews.id - Mencegah orang Jepang berkumpul untuk menikmati musim bunga sakura akibat virus korona rasanya seperti menolak berpelukan dengan orang Italia. Perumpamaan itu disampaikan Gubernur Tokyo, Yuriko Koike, Kamis (12/3/2020).

Namun Koike mendesak warga menahan diri dari pesta tradisional "hanami", di mana teman dan keluarga berkumpul di bawah pohon sakura untuk makan dan minum bersama dalam jumlah yang besar.

Setelah pertemuan dengan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe, Koike mengatakan: "Kami membahas apa yang harus dilakukan dengan Hanami. Itu adalah acara terbuka. Pemerintah metropolitan ingin orang-orang mengagumi bunga-bunga itu."

"Saya pikir menghapus acara hanami di Jepang seperti menolak pelukan dari warga Italia," katanya, seperti dilaporkan AFP.

"Tetapi kami ingin meminta orang-orang menahan diri, misalnya, menggelar terpal biru dan menikmati pesta-pesta menyenangkan di Taman Ueno seperti setiap tahun," kata dia, merujuk pada taman besar di pusat Kota Tokyo.

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
Internasional
21 jam lalu

Ketika PM Jepang Sanae Takaichi Urus Toilet Wanita di Gedung Parlemen

Nasional
1 hari lalu

Gempa M6,0 Guncang Jepang, BMKG Pastikan Tak Picu Tsunami di Indonesia

Destinasi
2 hari lalu

Memilukan, Bocah 5 Tahun Tewas Terjepit Travelator di Resor Ski Jepang

Internasional
4 hari lalu

Geger Penusukan dan Serangan Zat Kimia di Pabrik Jepang, 15 Orang Terluka

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal