Pangeran MBS Disebut Pernah Membual Punya Cincin Beracun untuk Membunuh Raja Abdullah

Ahmad Islamy Jamil
Putra Mahkota Arab Saudi, Pangeran Muhammad bin Salman alias MBS. (Foto: Reuters)

WASHINGTON DC, iNews.id – Putra Mahkota Arab Saudi, Pangeran Muhammad bin Salman (MBS), disebut pernah mengaku memiliki cincin beracun untuk membunuh Raja Abdullah. Hal itu terungkap lewat pengakuan mantan pejabat intelijen Saudi, Saad al-Jabri, belum lama ini. 

Dalam wawancara bersama televisi AS, CBS, al-Jabri mengatakan, dia mengetahui sebuah video MBS yang diambil pada 2014. Pada video itu, sang pangeran membual bahwa dia memiliki cincin beracun dari Rusia yang bisa membunuh Raja Abdullah dengan hanya berjabat tangan.

Menanggapi itu, Pemerintah Saudi mengatakan kepada CBS bahwa al-Jabri telah mengada-ada. Menurut Riyadh, pria berumur 63 tahun itu memang lihai dalam mengarang cerita demi menyembunyikan kejahatan korupsi yang dilakukannya.

Raja Abdullah bin Abdulaziz adalah pendahulu Raja Salman, sekaligus paman bagi MBS. Raja Salman bin Abdulaziz naik takhta setelah Raja Abdullah mangkat pada 2015 dan menjadi penguasa resmi Arab Saudi sampai hari ini.

Aljabri adalah tangan kanan Pangeran Muhammad bin Nayef bin Abdulaziz, sepupu MBS. Selain pernah menjabat menteri dalam negeri Arab Saudi pada 5 November 2012–21 Juni 2017, Pengeran Muhammad bin Nayef juga menjadi putra mahkota dari 29 April 2015–21 Juni 2017. Dia kemudian disingkirkan lewat dekrit kerajaan. Posisinya sebagai putra mahkota lalu diambil alih MBS.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Breaking News: AS Serang Iran Lagi

57 tahun lalu

Pemimpin Hizbullah Peringatkan Israel: Tarik Seluruh Pasukan dari Lebanon Tanpa Syarat

57 tahun lalu

Teken Perjanjian Damai dengan AS, Dubes Iran: InsyaAllah Kita Dapatkan Perdamaian Permanen

57 tahun lalu

AS Mulai Tarik 5.000 Tentara dari Jerman, Imbas Ketegangan dengan NATO soal Iran

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal