Setelah Pangeran MBS berkuasa, Aljabri menetap di Kanada dan tinggal di pengasingan. Pada 2020, mantan intel Saudi itu pernah mengajukan gugatan di Washington DC, Amerika Serikat, menuduh MBS mengerahkan operasi khusus untuk melacak keberadaannya dan kemudian mengirim tim untuk membunuhnya. Peristiwa itu terjadi beberapa minggu setelah pembunuhan kolumnis Washington Post, Jamal Khashoggi.
“Saya pikir saya akan terbunuh suatu hari nanti karena orang ini (MBS) tidak akan tenang sampai dia melihat saya mati,” kata Aljabri kepada CBS.
Selama menjadi anak buah Pangeran Muhammad bin Nayef, Aljabri berperan sebagai penghubung utama antara intelijen Arab Saudi dan Dunia Barat, terutama setelah serangan teror 11 September 2001 di AS.