Pangeran Philip Dianggap sebagai 'Dewa' oleh Suku Terpencil Ini, Begini Kisahnya

Djairan
Penduduk Desa Yaohnanen ikut berduka atas meninggalnya Pangeran Philip (Foto: Daily Mail)

Keyakinan mereka itu bermula pada awal 1970-an ketika Pangeran Philip mengunjungi Vanuatu, saat itu dikenal sebagai New Hebrides. Kepala suku saat itu, Jack Naiva, merupakan salah satu petugas sampan yang mendayung perahu untuk melihat penyambutan kedatangan rombongan Kerajaan Inggris.

"Saya melihatnya (Pangeran Philip) berdiri di geladak dengan seragam putih, dan saya tahu dia adalah Mesias sejati," kata Jack, seperti diceritakan ulang oleh Joe.

Dalam kunjungan sekitar 50 tahun lalu itu, seorang pejabat pemerintah Inggris yang dijamu dengan makan malam mewah meninggalkan desa begitu saja, tanpa memberikan imbalan apa pun. Hal itu ternyata membuat Jack dan anggota sukunya marah.

Seorang pejabat lainnya kemudian merekomendasikan kepada Istana Buckingham bahwa foto Pangeran Philip yang ditandatangani beliau mungkin bisa mengobati ‘kemarahan’ tersebut. Sejak itu, penduduk desa merasa begitu diperhatikan oleh sosok Pangeran Philip.

Persiapan upacara berkabung dilakukan di Desa Yaohnanen. Makanan mewah disiapkan, seperti babi, sapi jantan, ayam, serta umbi-umbian dimasak oleh para perempuan yang mengenakan pakaian terbaik. Mereka merasa sangat kehilangan.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
11 hari lalu

AS Tarik Pesawat Pengebom dari Inggris, Pilot Tetap Siaga Serang Iran

11 hari lalu

Khawatir Serangan Iran, Seluruh Pesawat Pengebom AS Dipindah dari Pangkalan Inggris

11 hari lalu

Deretan Miliarder Baru Lahir dari IPO Tahun Ini, Siapa Saja?

18 hari lalu

Inggris Tetapkan Manchester Jadi Tuan Rumah KTT G20 2027

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal