Pangeran Saudi MBS Telepon Langsung Trump, Minta Batalkan Serangan ke Iran

Anton Suhartono
Pangeran MBS menelepon Donald Trump memintanya agar membatalkan rencana serangan terhadap Iran (Foto: AP)

Selain MBS, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu juga menyampaikan keberatan kepada Trump. Dalam percakapan telepon pada 14 Januari, Netanyahu mengakui Israel belum siap menghadapi kemungkinan serangan balasan Iran. 

Hampir dipastikan, Teheran akan menjadikan Israel sebagai target utama jika AS melancarkan serangan.

Sumber-sumber pejabat AS dan Israel mengatakan kepada Axios, Netanyahu menilai Israel kekurangan sistem pertahanan untuk menangkis hujan rudal dan drone Iran. Situasi semakin rumit karena AS juga dinilai tidak memiliki cukup personel militer di Timur Tengah untuk membantu Israel mencegat serangan balasan tersebut.

Netanyahu bahkan disebut meragukan efektivitas serangan AS ke Iran. Dia menilai operasi militer itu tidak akan menghasilkan dampak strategis signifikan dan justru membuka risiko perang yang lebih besar.

Axios juga menyimpulkan, keputusan Trump membatalkan serangan ke Iran dipengaruhi oleh beberapa faktor utama, yakni keterbatasan kesiapan militer AS di kawasan, penilaian Israel soal risiko serangan balasan, serta masukan langsung dari para pemimpin sekutu, termasuk Arab Saudi melalui Pangeran MBS.

Selain itu, Trump juga mendapat pertimbangan dari penasihat senior Gedung Putih terkait konsekuensi politik dan militer dari opsi serangan. Faktor lain yang tak kalah penting adalah adanya pembicaraan rahasia antara AS dan Iran melalui jalur belakang, yang membuka peluang penyelesaian non-militer.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Trump: Komunisme, Ancaman Terbesar bagi AS

57 tahun lalu

Serangan Pembalasan Iran ke Pangkalan Militer AS Makan Korban, 1 Warga Qatar Tewas

57 tahun lalu

Duh, AS-Iran Saling Serang Lagi Gara-Gara Salah Menafsirkan MoU Perjanjian Damai

57 tahun lalu

AS dan Iran Sepakat Hentikan Serangan, Berunding di Qatar 30 Juni

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal