Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Cekcok dengan Macron, Trump Tak Akan Hadiri Pertemuan Darurat G7
Advertisement . Scroll to see content

Pangeran Saudi MBS Telepon Langsung Trump, Minta Batalkan Serangan ke Iran

Rabu, 21 Januari 2026 - 16:14:00 WIB
Pangeran Saudi MBS Telepon Langsung Trump, Minta Batalkan Serangan ke Iran
Pangeran MBS menelepon Donald Trump memintanya agar membatalkan rencana serangan terhadap Iran (Foto: AP)
Advertisement . Scroll to see content

WASHINGTON, iNews.id - Rencana serangan militer Amerika Serikat (AS) ke Iran pada pertengahan Januari batal bukan hanya karena pertimbangan militer Israel, tapi juga intervensi langsung Putra Mahkota Arab Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman (MBS). 

Media AS mengungkap, MBS secara khusus menelepon Presiden Donald Trump dan meminta agar serangan tersebut dibatalkan.

Menurut laporan portal berita Axios, mengutip beberapa sumber pejabat AS, MBS menyampaikan kekhawatirannya terkait dampak luas serangan AS terhadap stabilitas dan keamanan kawasan Timur Tengah. 

Pangeran Saudi menilai, gempuran militer ke Iran berisiko memicu eskalasi konflik regional yang sulit dikendalikan dan justru merugikan negara-negara sekutu AS di kawasan Teluk.

Permintaan MBS itu muncul di tengah rencana AS melancarkan serangan ke Iran sebagai respons atas demonstrasi rusuh di negara tersebut yang menelan ribuan korban jiwa. Serangan itu sebenarnya telah dipersiapkan untuk dilaksanakan pekan lalu, namun dibatalkan oleh Trump.

Selain MBS, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu juga menyampaikan keberatan kepada Trump. Dalam percakapan telepon pada 14 Januari, Netanyahu mengakui Israel belum siap menghadapi kemungkinan serangan balasan Iran. 

Hampir dipastikan, Teheran akan menjadikan Israel sebagai target utama jika AS melancarkan serangan.

Sumber-sumber pejabat AS dan Israel mengatakan kepada Axios, Netanyahu menilai Israel kekurangan sistem pertahanan untuk menangkis hujan rudal dan drone Iran. Situasi semakin rumit karena AS juga dinilai tidak memiliki cukup personel militer di Timur Tengah untuk membantu Israel mencegat serangan balasan tersebut.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut