Meski demikian, terdapat perbedaan penilaian di kalangan pejabat, mulai dari yang menyebut fasilitas hancur total hingga yang menilai masih layak diperbaiki karena nilai strategisnya.
Menurut sumber tersebut, militer Iran secara efektif mampu mengidentifikasi target paling krusial dengan biaya serangan yang relatif efisien. Sistem radar milik AS, yang jumlahnya terbatas dan bernilai sangat tinggi, menjadi salah satu sasaran utama.
Di sisi lain, biaya perang juga melonjak drastis. Pejabat anggaran Pentagon, Jules Hurst III, sebelumnya menyebut konflik dengan Iran telah menghabiskan sekitar 25 miliar dolar AS atau sekitar Rp433 triliun. Namun, sumber lain memperkirakan angka tersebut bisa membengkak hingga 40-50 miliar dolar AS.
Jumlahnya membengkak hampir dua kali lipat karena perhitungan Pentagon belum memasukkan biaya perbaikan pangkalan serta penggantian peralatan yang rusak.