Panglima Militer AS Terancam Dicopot gara-gara Hubungi Jenderal China Diam-Diam

Ahmad Islamy Jamil
Panglima Militer AS, Jenderal Mark Milley. (Foto: JCS)

Wartawan telah memintai komentar Gedung Putih terkait laporan Woodward dan Costa itu. Namun, istana kepresidenan AS itu meminta agar persoalan tersebut ditanya langsung kepada Departemen Pertahanan AS (Pentagon).

Dalam panggilan telepon pada 8 Januari, atau dua hari setelah pendukung Trump menyerbu Gedung US Capitol, Milley dilaporkan berbicara dengan Ketua DPR AS, Nancy Pelosi. Kedua orang itu mengatakan Trump sudah gila karena membiarkan pendukungnya menyerang gedung parlemen.

Tak lama setelah Washington Post menerbitkan ulasan tentang buku itu, Senator Marco Rubio mengirim surat kepada Joe Biden, menuntut agar sang presiden segera memecat Milley.

Rubio, yang juga seorang politikus senior Partai Republik, menuduh Milley bekerja secara aktif untuk merusak kehormatan presiden selaku panglima tertinggi Angkatan Bersenjata Amerika Serikat. Dia juga menuding Milley berusaha membocorkan informasi rahasia kepada Partai Komunis China sebelum potensi konflik bersenjata dengan Tiongkok.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
3 jam lalu

Begini Drama Evakuasi Trump dari Pesawat Air Force One di Turki, Dibawa Pakai Truk Logistik

4 jam lalu

Trump Klaim AS Kendalikan Selat Hormuz 100%

5 jam lalu

AS Tarik Pesawat Tanker Militer dari Bandara Israel, Sinyal Berdamai dengan Iran?

7 jam lalu

Senator AS: Trump Kalah Perang Lawan Iran

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal