Para Pembantunya Keras soal LCS, Presiden Duterte Malah Melunak ke China

Ahmad Islamy Jamil
Presiden Filipina, Rodrigo Duterte. (Foto: Reuters)

MANILA, iNews.id – Para pembantu Presiden Filipina, Rodrigo Duterte, sebelumnya menyampaikan kritik keras terhadap China terkait konflik di Laut China Selatan (LCS). Akan tetapi, sang presiden hari ini justru menunjukkan sikap lunak kepada Beijing soal isu tersebut.

Duterte menyatakan, dia berkomitmen untuk menyelesaikan secara damai perselisihan dengan China atas perairan LCS yang disengketakan. 

“Kami akan terus menyelesaikan masalah di Julian Felipe melalui saluran diplomatik dan melalui cara-cara damai,” kata Duterte dalam pernyataan yang dibacakan juru bicaranya, Harry Roque, Selasa (6/4/2021), dikutip Reuters.

Nama Julian Felipe Reef merujuk pada perairan Filipina yang beberapa waktu terakhir didatangi banyak kapal China. Oleh Beijing, perairan tersebut diklaim sebagai milik Tiongkok dengan nama Niu e Jiao. Sementara, di kalangan komunitas internasional kawasan itu dikenal dengan sebutan Whitsun Reef.

Kehadiran ratusan kapal China yang diyakini diawaki para milisi di dalam zona ekonomi eksklusif (ZEE) Filipina, telah membuat Manila frustrasi. Konflik tersebut juga menarik perhatian sekutu-sekutu Filipina, antara lain Amerika Serikat.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
5 jam lalu

Pertama Kali, AS Akan Siarkan Langsung Eksekusi Mati dengan Regu Tembak

21 jam lalu

Wabah Pes di Rusia akibat Senjata Biologi? Ini Komentar Trump

8 jam lalu

Presiden Pezeshkian Jelaskan ke Putin, Kenapa Iran dan AS Tak Kunjung Berdamai

22 jam lalu

81 Pesawat Militer AS Rusak dan Hancur Selama Perang Melawan Iran, Ini Daftarnya

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal