Paris dan Presiden Macron Kembali Bersiap Hadapi Aksi Protes Hari Ini

Nathania Riris Michico
Polisi di Paris berjaga saat aksi protes Sabtu pekan lalu. (Foto: EPA)

Para pengunjuk rasa, dengan menggunakan media sosial, menagih janji terhadap Macron dan kebijakannya lewat aksi yang disebut sebagai "Act IV" ini.

Aksi protes mulai meletus pada November terkait tekanan pada anggaran rumah tangga yang disebabkan oleh pajak bahan bakar.

Demonstrasi berkembang menjadi pemberontakan yang luas dan melawan Macron.

Pihak berwenang mengatakan, unjuk rasa itu ditunggangi elemen sayap kanan dan oknum anarkis yang bertekad melakukan kekerasan dan menimbulkan keresahan sosial untuk menghina Macron dan pasukan keamanan.

Kendati demikian, Macron, pria 40 tahun yang popularitasnya sedang surut menurut jajak pendapat, terpaksa menunda kenaikan pajak bahan bakar.

Meskipun terjadi penurunan, "rompi kuning" terus menuntut lebih banyak konsesi dari pemerintah, termasuk pajak yang lebih rendah, gaji yang lebih tinggi, biaya energi yang lebih murah, ketentuan pensiun yang lebih baik, bahkan pengunduran diri Macron.

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
19 hari lalu

Kavinsky Pencipta Nightcall Soundtrack Ikonik Film Drive Meninggal Dunia, Macron Berduka

1 bulan lalu

Bersejarah! Prancis dan Suriah Sepakat Buka Kedutaan Lagi setelah 14 Tahun

1 bulan lalu

Hinaan Rasis terhadap Mbappe Berbuntut Panjang, Prancis Gugat Anggota Parlemen Paraguay

1 bulan lalu

Mencekam! Ledakan Guncang Kawasan Dekat Hotel Tempat Menginap Macron di Damaskus

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal