Partai Denmark Galang Dana Dukung Penerbitan Ulang Kartun Nabi Muhammad

Arif Budiwinarto
Majalah satir Prancis, Charlie Hebdo, menerbitkan ulang kartun Nabi Muhammad. (foto: ist)

Penerbitan ulang kartun Nabi Muhammad oleh majalah satir Charlie Hebdo pada Agustus lalu--bertepatan dengan persidangan kaki tangan serangan teroris pada 2015--memicu aksi teror di Prancis.

Seorang guru sejarah, Samuel Paty, tewas mengenaskan dengan kondisi leher tergorok di luar sekolahnya usai menjadikan kartun Nabi Muhammad sebagai bahan pelajaran kebebasan berekspresi.

Pascainsiden tersebut, Presiden Emmanuel Macron mengeluarkan pernyataan kontroversial yang justru menyulut kemarahan umat Islam dunia. Macron menegaskan dukungannya terhadap ideologi sekuler Prancis, termasuk memastikan kebebasan berekspresi dengan cara menyinggung simbol-simbol agama.

Pernyataan tersebut mendorong gerakan anti-Prancis di negara-negara Islam, mereka memboikot produk negara Eropa itu, serta aksi demo mengutuk pernyataan Macron.

Editor : Arif Budiwinarto
Artikel Terkait
Nasional
5 hari lalu

Prabowo Dijadwalkan Kembali Kunjungi Prancis Akhir Mei, Ini yang Akan Dibahas  

Nasional
5 hari lalu

Prabowo bakal Kembali Kunjungi Prancis dalam Waktu Dekat

Internasional
5 hari lalu

Lagi, Tentara Prancis Personel UNIFIL di Lebanon Tewas

Internasional
8 hari lalu

UNIFIL Beri Penghormatan ke Prajurit Prancis yang Gugur di Lebanon

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal