Gedung-gedung pemerintah Thailand mengibarkan bendera setengah tiang pasca-pembantaian massal. (Foto: thaipbsworld)
Umaya Khusniah

BANGKOK, iNews.id - Gedung-gedung pemerintah Thailand mengibarkan bendera setengah tiang pada Jumat (7/10/2022). Aksi ini untuk mengenang kematian 34 orang, termasuk 23 anak-anak dalam pembantaian massal Kamis (6/10/2022). 

Sebagian besar anak-anak yang meninggal di pusat penitipan anak di Uthai Sawan, 500 km timur laut Bangkok ditikam sampai mati. Persitiwa ini menjadi salah satu pembantaian anak terburuk dalam sejarah baru-baru ini.

Polisi mengidentifikasi penyerang sebagai mantan anggota pasukan yang dipecat karena tuduhan narkoba. Setelah serangan itu, dia pulang ke rumah dan menembak mati istri dan anaknya. Dia lantas bunuh diri.

Rentang usia anak-anak di pusat penitipan anak berkisar antara 2-5 tahun.

"Ini adalah pemandangan yang tidak ingin dilihat siapa pun. Dari langkah pertama ketika saya masuk, rasanya mengerikan," kata pekerja darurat yang memimpin tim responden pertama, Piyalak Kingkaew kepada Reuters.

Dia mengaku pernah menangani kasus pembantaian sebelumnya. Namun ini menjadi yang paling mengerikan karena korban masih anak-anak.

"Mantan polisi itu telah berada di pengadilan pada hari sebelumnya. Dia lalu pergi ke pusat penitipan anak untuk menjemput anaknya," kata juru bicara polisi Paisal Luesomboon kepada penyiar ThaiPBS.

Namun saat tak menemukan anaknya di sana, dia memulai pembunuhan. Dia mulai menembak, menebas, membunuh anak-anak.



Editor : Umaya Khusniah

BERITA TERKAIT