PBB: Rakyat Korea Utara Hidup Miskin karena Terkepung Siklus Korupsi

Nathania Riris Michico
Para petani menggarap sawah di Kilju, Provinsi Hamgyong Utara, secara bersama-sama. (FOTO: GETTY IMAGES)

Laporan berjudul The Price Is Right (Harganya Tepat) itu berdasarkan wawancara yang dilakukan dengan 214 pembelot dari Korea Utara pada 2017 dan 2018.

Laporan itu mencatat gagalnya sistem distribusi pada 1990-an dan menyebabkan sekitar tiga perempat penduduk mencari kebutuhan ke pasar gelap karena jatah harian tak lagi mencukupi untuk bertahan hidup.

"Bila kami ikuti perintah dari negara, kami akan meninggal karena kelaparan," kata salah seorang pembelot.

Namun pasar-pasar yang menyediakan kebutuhan sehari-hari sangat rentan suap. Akibatnya rakyat yang ingin membeli kebutuhan harus menyuap.

Menurut laporan PBB, mereka yang mencoba menjual di pasar gelap seperti ini menghadapi kemungkinan penahanan. Badan dunia ini menyoroti perempuan yang ingin bekerja yang disebut kelompok paling rentan.

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
Internasional
2 hari lalu

Indonesia Resmi Jabat Presiden Dewan HAM PBB

Nasional
5 hari lalu

Purbaya Heran AS Bisa Serang Venezuela: PBB-nya Lemah Sekarang

Internasional
6 hari lalu

Korea Utara Kutuk Serangan AS ke Venezuela: Pelanggaran Berat Piagam PBB!

Internasional
15 hari lalu

Kim Jong Un Ingin Korea Utara Produksi Rudal Lebih Banyak, Bangun Pabrik-Pabrik Amunisi Baru

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal