PBB Terapkan Sanksi Lagi, Iran: Preseden Berbahaya bagi Tatanan Global

Anton Suhartono
Iran memperingatkan upaya untuk menerapkan kembali sanksi internasional kepada negaranya hanya akan menciptakan preseden berbahaya bagi tatanan global (Foto: AP)

TEHERAN, iNews.id - Menteri Luar Negeri (Menlu) IranAbbas Araghchi memperingatkan keras upaya Amerika Serikat (AS) dan tiga negara Eropa Inggris, Prancis, Jerman (E3) yang menerapkan kembali sanksi internasional terhadap Teheran. 
Langkah tersebut bukan hanya keliru, tapi juga menciptakan preseden berbahaya bagi tatanan global.

Pernyataan itu disampaikan Araghchi sebagai respons atas sikap E3 menolak resolusi Dewan Keamanan PBB yang diusulkan Rusia dan China untuk menunda pemberlakuan kembali sanksi atau snapback. Dengan ditolaknya resolusi itu, Iran menghadapi sanksi baru yang seharusnya berlaku Minggu (28/9/2025).

Preseden yang Mengancam Tatanan Global

Araghchi menegaskan, bila Dewan Keamanan PBB setuju mengaktifkan kembali sanksi, maka kredibilitas lembaga itu akan runtuh. Pemberlakukan sanksi kembali terhadap Iran setelah kesepakatan pengendalian nuklir Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA) tahun 2015 merupakan pelanggaran yang terang-terangan. 

“Upaya untuk memulihkan sanksi terhadap Iran adalah tindakan sembrono, batal demi hukum, dan bisa menjadi preseden berbahaya yang merusak kepercayaan terhadap seluruh tatanan global,” ujarnya, seperti dikutip dari Anadolu.

Iran Merasa Dikhianati

Dia menambahkan, Iran sudah banyak berkorban dalam kerangka kesepakatan JCPOA tahun 2015. Meski AS keluar dari perjanjian tersebut pada 2018, di bawah pemerintahan Donald Trump, dan kembali menjatuhkan sanksi yang memukul perekonomiannya, Teheran tetap berusaha mematuhi isi kesepakatan.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
47 menit lalu

Panglima Angkatan Darat Iran Perintahkan Tentara Siaga Tinggi, Ada Apa?

7 jam lalu

Prancis Siagakan 70.000 Aparat jelang Demo Besar-besaran Besok, Pasukan Elite Dikerahkan

13 jam lalu

Prancis Geger! Virus Shamonda Menyebar ke Manusia untuk Pertama Kalinya

1 hari lalu

Kapan AS Akhiri Perang Lawan Iran? Ini Penjelasan Trump

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal