Pedang ini dijaga oleh keluarga Nabi Muhammad layaknya sebuah bahtera yang disimpan oleh bangsa Israel. Dengan panjang 140 sentimeter dengan terdapat lingkaran emas di pedangnya, pedang ini dimuseumkan di Museum Topkapi, Turki. Dalam pedang ini terdapat tulisan dengan lafaz “Jafar al Sadiq”.
Menurut riwayat, pedang ini diberikan Nabi Muhammad kepada Ali bin Abi Thalib. Kemudian, beliau mewariskannya kepada anak-anaknya. Beberapa riwayat juga melaporkan, pedang ini adalah barang rampasan yang didapatkan Ali bin Abi Thalib saat memimpin perang di Suriah. Panjangnya mencapai 97 cm dengan tulisan Zainuddin al-Abidin.
Beberapa orang menyatakan Qal’i merujuk pada timah atau timah putih yang ditambang dari beberapa lokasi yang berbeda. Pedang ini menjadi salah satu dari tiga pedang rampasan dari Bani Qaynaqa.
Ada juga riwayat lain yang menyebutkan, pedang ini didapatkan oleh kakek Nabi Muhammad ketika pertama kali menemukan air zamzam pertama kali. Pedang ini berukuran 100 cm dengan ukiran dalam tulisan Arab yang artinya, “Ini adalah pedang mulia dari rumah Nabi Muhammad shallallaahu alaihi wa sallam, Rasul Allah.”
Bentuk pedang ini juga berbeda dengan pedang pada umumnya, karena memiliki bentuk bergelombang.