Namun kedua negara bersaing memperebutkan pengaruh sebagai pemimpin dunia Muslim. Dan putra mahkota ternyata menjadi seteru utama bagi Erdogan.
MBS—julukan bagi Mohammed bin Salman—adalah orang yang mendalangi dan mendorong blokade Qatar, sekutu terdekat Turki di Timur Tengah. Dia menggalang kebijakan dan tindakan keras terhadap Ikhwanul Muslimin, yang justru terkait dengan Partai AK, partai pimpinan Erdogan yang kini berkuasa di Turki.
Dan sikapnya yang cukup dekat dengan Israel, mengganggu Erdogan (kendati Turki justru memiliki hubungan diplomatik dengan Israel), serta haluan garis keras yang dijalankan MBS terhadap Iran -padahal Turki justru mulai rujuk dengan negeri Persia itu- membuat Saudi dan Turki saling berseberangan di kancah politik regional.
Erdogan mengendus kesempatan langka ketika Saudi terdesak, dan segera merebut kesempatan untuk menyingkirkan seorang pria, yang oleh para kolumnis pro-pemerintah di Turki dijuluki 'musuh Turki'.
Dan ketika Uni Emirat Arab dan Mesir juga bergegas membela Saudi, membuat Erdogan justru bertekad makin bulat; Turki sudah patah arang dengan kedua negara itu.