Pembunuhan Khashoggi: Kartu Apa yang Dimainkan Turki Terhadap Saudi?

Nathania Riris Michico
Raja Salman dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. (Foto: AFP)

ANKARA, iNews.id - Jika kita mengetik "Erdogan slams..." (Erdogan mengutuk) pada mesin pencari Google, maka yang muncul akan tak berkesudahan; PBB, Uni Eropa, Israel, Belanda, Jerman, intelektual Prancis; semuanya jadi korban kutukan keras Erdogan.

Bahkan Jerman dan Belanda diberi label 'Nazi' dan 'fasis' oleh presiden Turki itu setahun lalu.

Sekarang bandingkanlah dengan kata-kata yang digunakan Erdogan terhadap Arab Saudi, yang sudah mengakui terjadinya pembunuhan terhadap jurnalis Jamal Khashoggi di konsulatnya di Istanbul.

"Saya tidak punya alasan untuk meragukan kejujuran Raja Salman," kata Erdogan.

Juru bicaranya menyebut, Saudi sebagai 'negara yang ramah dan penuh persaudaraan'.

Kata-kata ini berbanding terbalik dengan berbagai bocoran info yang sering muncul melalui media pro-pemerintah Turki. Isinya sering memberatkan Saudi, di tengah kecurigaan bahwa Putra Mahkota Saudi yang sangat berkuasa, Mohammed bin Salman, mengetahui atau bahkan memerintahkan pembunuhan itu.

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
1 hari lalu

Trump: Greenland Akan Hasilkan Minyak Lebih Besar Dibanding Wilayah Mana pun

1 hari lalu

Nah! Trump Umumkan Eksplorasi Minyak, Gas dan Mineral Besar-besaran di Greenland

2 hari lalu

Trump Yakin China dan Rusia Tak Bantu Iran Perang Lawan AS

2 hari lalu

Houthi Peringatkan AS Tak Terlibat dalam Konflik Lawan Saudi

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal