Pembunuhan Khashoggi: Kartu Apa yang Dimainkan Turki Terhadap Saudi?

Nathania Riris Michico
Raja Salman dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. (Foto: AFP)

Selama ini, Turki curiga Emirat mendukung kudeta yang gagal pada 2016. Erdogan baru-baru ini menyebut mereka sebagai 'orang-orang sengsara' dan Erdogan tidak akan pernah memaafkan Presiden Mesir Abdul Fattah Al Sisi karena membubarkan Ikhwanul Muslimin di sana.

Dan bahwa pesawat yang ditumpangi para terduga pembunuh Khashoggi mengisi bahan bakar di Kairo dan Dubai dalam perjalanan ke Saudi akan memicu kecurigaan akan keterlibatan dua negeri itu.

Strategi Erdogan, bagaimanapun, memiliki risiko tinggi. Mengasingkan MBS yang masih kuat dapat membuat Saudi diperintah oleh seorang pria dengan dendam yang mendalam terhadap Turki selama bertahun-tahun yang akan datang.

Pengambilan foto yang menunjukkan putra mahkota menjabat tangan Salah, putra Jamal Khashoggi yang dilarang meninggalkan Arab Saudi, mengungkapkan betapa kuat kekuasaannya.

Pesannya: kami telah berdamai, jadi hentikanlah semua itu.

Sejauh ini, Gedung Putih masih belum bersikap tegas, kendati Trump sudah mengisyaratkan keyakinannya bahwa MBS berada di balik pembunuhan Khashoggi.

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Harga Minyak Dunia Anjlok ke Level Terendah dalam 3 Bulan usai Kesepakatan Damai AS-Iran

57 tahun lalu

Trump Sebut Israel Bisa Hancur dalam 24 Jam jika Iran Punya Senjata Nuklir

57 tahun lalu

Jelang Penandatanganan MoU Damai dengan AS, Iran: Kita Siapkan Semua Skenario

57 tahun lalu

Trump Kecam Netanyahu: Dia Seharusnya Berterima Kasih!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal