Pembunuhan Khashoggi: Kartu Apa yang Dimainkan Turki Terhadap Saudi?

Nathania Riris Michico
Raja Salman dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. (Foto: AFP)

Selama ini, Turki curiga Emirat mendukung kudeta yang gagal pada 2016. Erdogan baru-baru ini menyebut mereka sebagai 'orang-orang sengsara' dan Erdogan tidak akan pernah memaafkan Presiden Mesir Abdul Fattah Al Sisi karena membubarkan Ikhwanul Muslimin di sana.

Dan bahwa pesawat yang ditumpangi para terduga pembunuh Khashoggi mengisi bahan bakar di Kairo dan Dubai dalam perjalanan ke Saudi akan memicu kecurigaan akan keterlibatan dua negeri itu.

Strategi Erdogan, bagaimanapun, memiliki risiko tinggi. Mengasingkan MBS yang masih kuat dapat membuat Saudi diperintah oleh seorang pria dengan dendam yang mendalam terhadap Turki selama bertahun-tahun yang akan datang.

Pengambilan foto yang menunjukkan putra mahkota menjabat tangan Salah, putra Jamal Khashoggi yang dilarang meninggalkan Arab Saudi, mengungkapkan betapa kuat kekuasaannya.

Pesannya: kami telah berdamai, jadi hentikanlah semua itu.

Sejauh ini, Gedung Putih masih belum bersikap tegas, kendati Trump sudah mengisyaratkan keyakinannya bahwa MBS berada di balik pembunuhan Khashoggi.

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
9 jam lalu

Heboh Kabar 7 Tentara AS Tewas di Kapal Induk USS Abraham Lincoln, Begini Kata Trump

12 jam lalu

Trump Segera Umumkan Selat Hormuz Milik AS, Ini Faktanya

3 hari lalu

Trump Klaim Kendalikan Selat Hormuz 100%, Ini Komentar Iran

3 hari lalu

Jubir Gedung Putih Karoline Leavitt Mundur, Trump: Saya Hormati!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal