Perolehan 19 kursi partai-partai Arab menjadi faktor penting dalam menentukan arah politik Israel berikutnya. Jumlah tersebut merupakan rekor tertinggi bagi partai-partai Arab. Sebagai perbandingan, dalam pemilu 2022, gabungan partai Arab melalui Joint List dan Ra'am hanya memperoleh 10 kursi.
Sementara itu, kekuatan politik Netanyahu mengalami kemunduran cukup besar. Pada pemilu 2022, bloknya berhasil menguasai 64 kursi sehingga bisa membentuk pemerintahan sendiri tanpa harus bergantung pada oposisi.
Eisenkot Berpeluang Dapat Kesempatan Pertama
Pengamat dari Israel Democracy Institute di Yerusalem, Assaf Shapira, memperkirakan Presiden Israel Isaac Herzog kemungkinan akan memberikan kesempatan pertama kepada Eisenkot untuk membentuk pemerintahan.
Menurut Shapira, berdasarkan hukum Israel dan preseden pemilu sebelumnya, presiden biasanya memprioritaskan pemimpin partai yang memperoleh rekomendasi dukungan terbanyak dari para pemimpin partai lainnya.
Herzog nantinya akan berkonsultasi dengan para pemimpin partai setelah secara resmi menerima hasil penghitungan suara. Dia kemudian menentukan tokoh yang dianggap memiliki peluang terbesar untuk menggalang dukungan mayoritas di parlemen.