Pemimpin LNA ke Erdogan: Keluar dari Libya atau Hadapi Peluru Kami

Arif Budiwinarto
Pemimpin LNA, Jenderal Khalifa Haftar, memperingatkan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan agar tidak ikut campur urusan dalam negeri Libya (foto: Arab News)

"Kami tidak akan pernah menerima kolonialisme. Turki telah tinggal di Libya selama 300 tahun dan Libya tidak melihat apa pun selain kerusakan," lanjutnya.

"Kami terus waspada dan pengusiran mereka akan menjadi tujuan utama kami," ucapnya.

Berdasarkan data Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia, Turki telah mengirimkan lebih dari 400 tentara bayaran ke Libya pekan lalu. Dengan demikian, jumlah tentara bayaran asal Suriah di Libya menjadi 16.500.

Editor : Arif Budiwinarto
Artikel Terkait
Nasional
7 hari lalu

Silaturahmi Lebaran, Presiden Prabowo Telepon Erdogan hingga MBS

Internasional
18 hari lalu

Erdogan: Perang AS-Israel vs Iran Harus Dihentikan Sebelum Seret Timteng ke Bara Api

Internasional
1 bulan lalu

Israel Akui Kemerdekaan Somaliland, Ini Peringatan Keras Erdogan 

Internasional
2 bulan lalu

Trump Umumkan Anggota Dewan Perdamaian Gaza, Ajak Presiden Erdogan dan Al Sisi

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal