Pemimpin LNA ke Erdogan: Keluar dari Libya atau Hadapi Peluru Kami

Arif Budiwinarto
Pemimpin LNA, Jenderal Khalifa Haftar, memperingatkan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan agar tidak ikut campur urusan dalam negeri Libya (foto: Arab News)

"Kami tidak akan pernah menerima kolonialisme. Turki telah tinggal di Libya selama 300 tahun dan Libya tidak melihat apa pun selain kerusakan," lanjutnya.

"Kami terus waspada dan pengusiran mereka akan menjadi tujuan utama kami," ucapnya.

Berdasarkan data Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia, Turki telah mengirimkan lebih dari 400 tentara bayaran ke Libya pekan lalu. Dengan demikian, jumlah tentara bayaran asal Suriah di Libya menjadi 16.500.

Editor : Arif Budiwinarto
Artikel Terkait
Internasional
1 bulan lalu

Paus Leo Tegaskan Dukung Kemerdekaan Palestina

Internasional
2 bulan lalu

Daftar "Dosa-Dosa" Mantan Wali Kota Istanbul hingga Dituntut Hukuman Penjara 2.300 Tahun

Internasional
2 bulan lalu

Mantan Wali Kota Istanbul Lawan Politik Erdogan Bakal Dituntut 2.300 Tahun Penjara, Salah Apa?

Internasional
2 bulan lalu

Kronologi Kecelakaan Pesawat C-130 Hercules Turki Tewaskan 20 Tentara, Penyebab Masih Misterius

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal