Insiden ini merupakan yang terbaru dari gelombang serangan terhadap umat Kristen, pendeta, dan bangunan gereja di Yerusalem.
Sejumlah pemimpin Kristen mengatakan, para imam dan peziarah kerap diludahi, diejek, dan diserang kelompok Yahudi ultra-Ortodoks serta nasionalis radikal.
Para pengamat Israel mengatakan, kelompok ekstremis semakin berani sejak pemerintahan sayap kanan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu serta para pejabat seperti Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben Gvir berkuasa.
Dalam wawancara radio pada 2017, Ben Gvir membela tindakan meludahi pendeta dan gereja dengan menyebutnya sebagai tradisi Yahudi kuno. Bahkan dia mempertanyakan mengapa praktik tersebut dianggap sebagai kejahatan.
Pernyataan itu dia ulangi pada 2023, meludahi orang Kristen bukan perbuatan kriminal.