Pendeta Ukraina Dihukum 12 Tahun Penjara karena Dituduh Bantu Rusia

Ahmad Islamy Jamil
Salah satu Gereja Ortodoks di Ukraina (ilustrasi). (Foto: Reuters)

Dinas Keamanan Ukraina (SBU) telah melakukan serangkaian penggerebekan di paroki-paroki yang menurut Kiev dapat menerima perintah dari Moskow saat Rusia mengobarkan perang di Ukraina.

Kristen Ortodoks adalah agama mayoritas penduduk Ukraina. Sejak runtuhnya pemerintahan Uni Soviet, persaingan sengit terjadi antara gereja yang terkait dengan Moskow dan gereja independen Ukraina yang dideklarasikan tak lama setelah kemerdekaan.

Gereja yang berafiliasi dengan Moskow di Ukraina telah mengutuk agresi militer Rusia ke negeri tetangganya itu. Akan tetapi, banyak orang Ukraina khawatir keberadaan mereka bisa menjadi sumber pengaruh Rusia di negeri mereka. Apalagi, Gereja Ortodoks di Rusia secara terang-terangan mendukung agresi militer yang diperintahkan Presiden Vladimir Putin itu.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
4 hari lalu

Balas Dendam, Rusia Hancurkan 3 Pabrik Baja Terbesar Ukraina

4 hari lalu

Menlu Rusia Sebut Ukraina Bakal Rekrut Perempuan untuk Perang

5 hari lalu

Serangan Rusia-Ukraina Meningkat, Kemlu Pastikan 1.405 WNI dalam Kondisi Aman

5 hari lalu

Rusia Siap Tingkatkan Serangan ke Ukraina usai Moskow Dihantam Ribuan Drone

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal