Dia mengatakan, "Andai saja ada penjaga bersenjata di dalam sinagoga, mereka akan bisa menghentikan (penyerang itu)".
Sebaliknya, pendahulunya, Barack Obama menyentil soal longgarnya izin senjata.
"Kita tidak boleh lagi membuat orang yang ingin melukai orang lain, mendapat kemudahan untuk mendapatkan senjata," cuit Obama.
Sejauh ini pihak berwenang memperlakukan peristiwa ini sebagai kejahatan kebencian.
Anti-Defamation League, organisasi Yahudi yang memerangi sikap anti Semit juga turut mengecam tragedi itu.
"Kami meyakini ini merupakan serangan paling mematikan terhadap komunitas Yahudi dalam sejarah Amerika Serikat."